Cara Membuat Blog secara Ofline

Maret 27, 2009 oleh dhtyaryan

BLog merupakan hal cukup populer saat ini. Secara resmi, Blog sering
disebut juga sebagai jurnal online. Namun saat ini, Blog memiliki
peran yang lebih dari sekedar sebuah jurnal. Dengan Blog, orang mulai
menuliskan apa aja tentang kehidupan pribadinya (Diary) maupun mengangkat tema
khusus tentang masalah politik, atau hobi. Saking banyaknya orang yang
ngeBlog, sekarang sudah terbentuk suatu komunitas baru didunia maya yang
saling berkomunikasi melalui Blognya masing-masing. Komunitas tersebut antara
lain Bloggerian, BLogBugs, Bandung Blog Village (BBV).

Biasanya Blog itu ditulis secara berkala tergantung dari penulisnya. Tak jarang
dalam perjalannya, BLog banyak ditinggalkan oleh pembuatnya, penulis pun
pernah mengalaminya. Hal ini terjadi karena beberapa hal.
penyebab utama adalah karena males untuk memposting. Selain itu, untuk memposting
yang biasanya harus online. Bagi orang yang belum dapat melakukan akses internet
secara bebas, biasanya online sering dilakukan diwarnet. Bayangkan klo untuk
sekali posting harus kewarnet, udah berapa banyak uang yang kita habiskan ‘hanya’
untuk posting Blog doang?!

Salah satu alternatifnya adalah membuat Blog Offline. Sebelum mem-publish
Blog secara online, Penulis sempat membuat Blog secara offline. Hal ini terbukti
bisa ngirit uang. Sederhananya gini. Kita punya dua Blog, yang online dan yang
offline. Untuk panduan membuat BLog online, bisa diliat di panduan membuat
blog-nya Enda Nasution. Jadi sebelum memposting secara online, diposting dulu
secara offline di komputer masing-masing. Baru setelah siap untuk online, tinggal
copy ke disket dan paste ke Blog online. Di warnet jadi ga perlu lama-lama
mikirin kata-kata untuk posting. Dan juga bisa lebih hemat.

Ups, jadi kebanyakan basa basinya. Okeh langsung kita mulai aja.

yang dibutuhin :
1. Webserver, bisa pake PHPTRIAD atau PhpDev
2. Software Blogger, dalam tutorial ini penulis menggunakan WordPress

Step By Step:
1. Install Webserver (Phptriad atau phpdev)
2. Copy folder wordpress ke folder c:\apache\htdocs (PHPTriad) atau c:\phpdev\www
(phpdev)
3. Sebelumnya, siapkan databasenya dulu, pada ie ketik : “localhost/phpmyadmin”
4. Trus buat 1 database pada colom create data base dengan nama wordpress
5. Klo udah, buka ie lagi, trus ketik : “localhost/wordpress”
6. Nah, keliatan ga? Klo keliatan ikutin aja intruksinya disitu…
7. Finish

Sumber : http://students.ee.itb.ac.id/~achai/artk/artk/BLogOff.html

About WiFi

Maret 20, 2009 oleh dhtyaryan

About WiFi
Apakah jaringan nirkabel wireless-fidelity (Wi-Fi) benar-benar menjadi ancaman kesehatan bagi manusia? Pertanyaan itu muncul dan memancing perdebatan setelah Panorama–program stasiun televisi Inggris, BBC–menyiarkan hasil investigasinya pada awal pekan lalu.

Menurut temuan Panorama, tingkat radiasi yang dipancarkan perlengkapan Wi-Fi pada satu sekolah di Norwich, yang memiliki lebih dari seribu murid, lebih tinggi ketimbang tingkat radiasi yang dipancarkan dari menara transmisi operator telepon seluler umumnya. Pengukuran Panorama menunjukkan kekuatan sinyal Wi-Fi di dalam ruang kelas itu tiga kali lebih kuat daripada intensitas radiasi dari menara ponsel.

Temuan ini dianggap signifikan karena anak-anak memiliki tengkorak yang lebih tipis ketimbang orang dewasa dan masih dalam tahap pertumbuhan. Pengujian menunjukkan bahwa anak-anak menyerap radiasi yang lebih banyak daripada orang dewasa.

Di perkotaan Inggris, hotspot Wi-Fi muncul bak jamur. Menurut Panorama, dalam 18 bulan terakhir ada 2 juta pengguna Wi-Fi baru. Wi-Fi digunakan pada 70 persen sekolah secondary dan 50 persen sekolah primer.

Berbeda dengan Panorama, pengukuran tingkat radiasi di sekolah Norwich itu jauh di bawah ambang batas keamanan yang dibuat pemerintah. Bahkan masih 600 kali di bawah ambang batas. Tapi sebagian ilmuwan menduga basis ambang batas itu tidak benar. Para saintis juga prihatin dengan tidak adanya penelitian tentang dampak radiasi jaringan nirkabel (Wi-Fi). Padahal untuk riset serupa pada ponsel dan menara radio ada ribuan.

Efek radiasi bagi kesehatan, menurut Profesor Olle Johansson dari Karolinska Institute in Swedia, yang diwawancarai Panorama, “Jika melihat literatur, Anda bisa temukan sejumlah efek radiasi, seperti kerusakan kromosom, berdampak pada kapasitas konsentrasi dan menurunnya memori jangka pendek, serta meningkatnya kejadian berbagai tipe kanker.”

Ilmuwan lain, Dr Gerd Oberfeld dari Salzburg, mengatakan saatnya Wi-Fi dicabut dari sekolah-sekolah. Alasannya, “Jika Anda melihat data, akan tampak gambaran yang jelas–ini seperti puzzle dan semua cocok, dari pecahnya DNA pada tingkat penelitian binatang hingga kejadian epidemiologis, misalnya peningkatan gejala dan tingkat penyakit kanker.”

Namun, investigasi Panorama langsung ditanggapi kalangan ilmuwan, teknisi, dan pengguna Wi-Fi. Menurut saintis, investigasi dari program dokumentasi BBC itu tak berdasar konsep ilmiah dan cerita yang menakut-nakuti.

Paddy Regan, fisikawan dari University of Surrey, misalnya, mengkritik metode pengukuran Panorama yang tak fair. Menurut juru bicara Panorama kepada Guardian, perbandingan pengukuran dilakukan dari jarak 1 meter untuk komputer jinjing dan wireless router Wi-Fi serta 100 meter dari menara ponsel. Menurut Regan, tak mengherankan kalau hasilnya tiga kali lipat lebih tinggi.

“Aturan fundamental dalam pengukuran ilmiah adalah Anda harus mencoba membandingkan sesuatu berdasarkan hukum akar terbalik. Untuk membuat perbandingan yang adil antara dua sumber radiasi, pengukuran harus dilakukan dari jarak yang sama.” Tapi juru bicara Panorama mempertahankan kesahihan metodologi penelitiannya. Menurut dia, “Titik yang memiliki intensitas tertinggi dari menara ponsel adalah ketika ia menyentuh tanah.”

Sejauh ini para ilmuwan percaya bahwa Wi-Fi lebih aman ketimbang radiasi ponsel karena peralatan Wi-Fi mengirimkan sinyal pada jarak yang lebih pendek sehingga dapat beroperasi pada kekuatan rendah. Menurut Health Protection Agency, seseorang yang duduk di dalam area hotspot selama setahun terus-menerus menerima dosis radiasi yang sama dengan orang yang menggunakan ponsel selama 20 me

http://www.bimawidyana.com/apa-itu-wifi.html

IP ADDRESS

Maret 20, 2009 oleh dhtyaryan

Menginstal IP Address
Instalasi TCP / IP sangatlah mudah. Pada Mac, it’s diinstal sebagai bagian dari Terselesaikan Transport, sehingga Anda dapat melewati seksi ini. Pada mesin Windows, lanjut menemukan CD instalasi Windows Anda, meletakkannya di CDROM drive, kemudian lakukan hal berikut:
1. Jaringan buka Control Panel dan klik tombol Add.
2. Pilih Protocol (seperti yang ditunjukkan di bawah) dan klik tombol Add.

3. Microsoft dan pilih TCP / IP seperti yang ditunjukkan di bawah

4. Klik OK untuk menutup setiap buka properti Jaringan jendela. Windows akan membuka file itu kemudian menanyakan kebutuhan untuk reboot. Biarlah ia reboot. Setelah reboot komputer, maka Anda siap untuk mengkonfigurasi TCP / IP setting.

TCP / IP Pengaturan kedua (LAN) NIC di Berbagi Komputer
Masukkan informasi berikut ke dalam TCP / IP Panel kontrol untuk kedua NIC di komputer Anda Berbagi:
• Alamat IP: set ke 192.168.0.1
• Subnet Mask: 255.255.255.0
• Konfigurasi Wins: Nonaktifkan Wins resolusi
• Gateway: Pastikan ada masukan NO.
• Konfigurasi DNS: Biarkan saja

Pengaturan DNS berlaku untuk semua NIC pada komputer, sehingga Anda tidak dapat menetapkan mereka berbeda untuk LAN NIC.
Jika ISP Anda telah diberikan alamat IP statis, ini mungkin akan diaktifkan dan informasi lainnya akan diisi ketika pertama NIC didirikan.
Jika ISP Anda menggunakan DHCP untuk menetapkan alamat IP anda, maka ini mungkin akan dinonaktifkan karena server DHCP membutuhkan perawatan yang memberikan komputer Anda dengan server DNS dan Gateway informasi yang dibutuhkan.

Bagaimanapun, tidak mengubah pengaturan DNS.
• Bindings: Periksa Klien untuk Microsoft Networks dan File dan Printer Sharing untuk Microsoft Networks jika Anda tidak mempunyai protokol lainnya (NetBeui, IPX / SPX) terinstal dan terikat ke item. Jika kedua item matikan, sehingga Anda tidak memiliki item terikat ke TCP / IP.
• Lanjutan: memastikan “Tetapkan protokol ini sebagai protokol default.” dicentang.
• NetBIOS: tidak ada perubahan.

TCP / IP Pengaturan untuk NIC di Client Komputer
Anda mungkin perlu mengubah pengaturan berikut setelah Anda menginstal Berbagi, tetapi mereka akan mendapatkan anda mulai sehingga Anda dapat menguji jaringan anda:
• Alamat IP: 192.168.0.2 melalui set ke 192.168.0.254.
Setiap komputer harus memiliki alamat IP yang berbeda.
• Subnet Mask: 255.255.255.0
• Konfigurasi Wins: Nonaktifkan Wins resolusi
• Gateway: set ke 192.168.0.1
• Konfigurasi DNS: diatur ke Tidak diaktifkan
• Bindings: Periksa Klien untuk Microsoft Networks dan File dan Printer Sharing untuk Microsoft Networks jika Anda tidak mempunyai protokol lainnya (NetBeui, IPX / SPX) terinstal dan terikat ke item. Jika kedua item matikan, sehingga Anda tidak memiliki item terikat ke TCP / IP.
• Lanjutan: memastikan “Tetapkan protokol ini sebagai protokol default.” dicentang.
• NetBIOS: tidak ada perubahan.

http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://www.practicallynetworked.com/sharing/lansetup2.htm&prev=/translate_s%3Fhl%3Did%26q%3Dcara%2Binstal%2Bip%2Baddress%26tq%3Dhow%2Bto%2Binstall%2Bip%2Baddress%26sl%3Did%26tl%3Den

WIDGET

Januari 30, 2009 oleh dhtyaryan

In computer software, a widget engine is a software service available to users for running and displaying desktop widgets on the desktop.

The term widget engine is not to be confused with that of a widget toolkit. Toolkits are destined to GUI programmers, who combine several widgets to form a single application. A widget in a toolkit provide a single, low level interaction, and is prepared to communicate with other widgets in the toolkit. On the other hand, widget engines are intended for end users and each desktop widget is a stand-alone, task-oriented application which can be composed of several related interactions on its own.

The desktop widget model is attractive because of ease of development. Most of these widgets can be created with a few images and about 10 to several hundred lines of XML/JavaScript/VBScript source code. A single host software system, such as a web browser, runs all the loaded widgets. This allows several desktop widgets to be built sharing resources and code.

Desktop widgets

Widgets are interactive virtual tools that provide single-purpose services such as showing the user the latest news, the current weather, the time, a calendar, a dictionary, a map program, a calculator, desktop notes, photo viewers, or even a language translator, among other things. Examples of widget engines include:

* Dashboard widgets of Apple Macintosh
* Microsoft gadgets in Windows Vista and in the Windows Live system
* Plasmoids are widgets in Plasma the workspace for the KDE desktop environment.
* gDesklets, Adesklets, Screenlets of Linux systems.
* Portlets in Google Desktop
* Yahoo! Widgets
* Klips in Klipfolio
* Mobile widgets webwag ,Zumobi , Mywidz , Plusmo and WidSets are a few examples
* Adobe AIR

Originally, desk accessories were developed to provide a small degree of multitasking, but when realmultitasking OSes became available, these were replaced by normal applications.

Early examples of widgets were desk accessories on Mac OS. The Active Desktop system, developed by Microsoft, was the first system to enable desktop objects with internet access.[verification needed] Widgets resemble the tiny freeware apps that were developed by enthusiasts during the 80s.

On 9 November 2006, the Web Application Formats Working Group in W3C released the first publicworking draft of Widgets 1.0.[1] Widget is on its way to standardization.

Mobile widgets

Most mobile widgets are like desktop widgets, but for a mobile phone. Mobile widgets can maximize screen space use and may be especially useful in placing live data-rich applications on the device home-screen/”phone-top”. Several Java ME-based mobile widget engines exist including Bling Software, BluePulse, Zumobi, Mywidz, Plusmo, WidSets, Webwag[2], WidX, Bicon. However the lack of standards-based APIs for Java to control the mobile device home-screen makes it harder for these engines to expose widgets on the phone-top.

Several AJAX-based native widget platforms are also available for mobile devices including Access’ NetFront, Openwave’s MIDAS and Opera’s Opera Platform.

The growing pervasiveness of mobile widgets is easily understood. While widgets are a convenience in the online world,they can be looked at as near-essential in the mobile world. The reason: the mobile device is small and the interface is often challenging. Wading through large amounts of information in a mobile environment isn’t just a nuisance; it’s a near impossibility.

One of the biggest challenges of widget development is writing multiple sets of computer code so that a widget will be compatible with multiple operating systems and types of devices.

Companies considering new mobile widgets should evaluate and then deploy applications according to four criteria: the business model, distribution model, server-side application framework and the run-time environment.

Web widgets

Web browsers can also be used as widget engine infrastructures. The web is an environment well suited to distribution of widgets, as it doesn’t require explicit interaction from the user to install new code snippets.

Web widgets have unleashed some commercial interest, due their perceived potential as a marketing channel, mainly because they provide interactivity and viral distribution through social networks. The first known web widget, Trivia Blitz, was introduced in 1997. It was a game applet offered by Uproar.com (the leading online game company from 2000 – 2001) that appeared on over 35,000 websites ranging from Geocities personal pages to CNN and Tower Records. When Uproar.com was acquired by Vivendi Universal in 2001, the widget was discontinued.

Information flow of Desktop Widgets

A desktop widget is a small footprint application, which resides on the user’s desktop using a small desktop space and computer resources, such as the HDD and RAM. Its purpose is to provide relevant information to the user in a non-intrusive manner and using few resources. Basically, desktop widgets enable the user to view on demand, capsuled information from predetermined data sources. Ideally, a desktop widget must present personalized content, based on the user’s preferences. It is supposed to beam the most important information that a user requires on a day to day basis. Most of the desktop widgets are available as free downloads from the vendors’ Web sites.

Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Widget_engine

akses point

Januari 23, 2009 oleh dhtyaryan

Some people confuse Wireless Access Points with Wireless Ad-Hoc networks. An Ad-Hoc network uses a connection between two or more devices without using an access point: the devices communicate directly. An Ad-Hoc network is used in situations, such as for a quick data exchange, or for a Multiplayer LAN game, because it is easy to set up and does not require an access point. Due to its peer-to-peer layout, Ad-Hoc connections are similar to Bluetooth ones, and are generally not recommended for a permanent installation.

Internet access via Ad-Hoc networks, using features like Windows’ Internet Connection Sharing, may work well with a small number of devices that are close to each other, but Ad-Hoc networks don’t scale well. Internet traffic will converge to the nodes with direct internet connection, potentially congesting these nodes. For internet-enabled nodes, Access Points have a clear advantage, being designed to handle this load.

Source : http://en.wikipedia.org/wiki/Wireless_access_point

hub

Januari 23, 2009 oleh dhtyaryan

Hub Alat penghubung atar komputer, semua jenis komunikasi hanya dilewatkan oleh hub. hub digunakan untuk sebuah bentuk jaringan yang sederhana (misal hanya untuk menyambungkan beberapa komputer di satu group IP lokal) ketika ada satu paket yang masuk ke satu port di hub, maka akan tersalin ke port lainnya di hub yg sama dan semua komputer yg tersambung di hub yang sama dapat membaca paket tersebut. Saat ini hub sudah banyak ditinggalkan dan diganti dengan switch. Alasan penggantian ini biasanya adalah karena hub mempunyai kecepatan transfer data yang lebih lambat daripada switch. Hub dan switch mempunyai kecepatan transfer data sampai dengan 100 Mbps bahkan switch sudah dikembangkan sampai kecepatan 1 Gbps.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Hub

keren men

November 25, 2008 oleh dhtyaryan

naruto_kyuubi_by_foxxfireart

ryan’ss oke

November 25, 2008 oleh dhtyaryan

akatsukiprobackround

November 25, 2008 oleh dhtyaryan

simage_hunter_x_hunter_62

SEJARAH PERKEMBANGAN KOMPUTER

November 8, 2008 oleh dhtyaryan

A. Komputer Sebelum Tahun 1940

Sejarah perkembangan komputer bermula dengan berkembangnya ilmu matematika. Dimulai dengan penggunaan jari-jemari manusia, kemudian tercipta alat Abakus yang dapat melakukan operasi hitung sederhana.
Kemudian pada tahun 1617, John Napier telah mengemukakan sifir logaritma dan alat ini dipanggil tulang Napier yang dapat melakukan berbagai macam perhitungan angka-angka.
Kemudian Blaise Pascal pula menciptakan mesin hitung mekanikal pertama pada tahun 1642 yang beroperasi dengan cara menggerakkan gear pada roda dan kemudian telah dikembangkan oleh William Leibnitz.
Pada tahun 1816 pula Charles Babbage telah membina the difference engine yang telah dapat menyelesaikan masalah perhitungan sifir matematik seperti logaritma secara mekanikal dengan tepat sampai dengan dua puluh digit.
Mesin ini juga telah menggunakan semacam “card” sebagai input, untuk menyimpan “file-file” data melakukan perhitungan secara otomatis dan seterusnya mengeluarkan output dalam bentuk cetakan pada kertas. Kemudian beliau telah memberikan perhatian kepada the analytical engine pula.
“card” tersebut pertama kali telah digunakan sebagai alat input dalam industri tekstil pada mesin tenun otomatis ciptaan Joseph Jecquard pada tahun 1801.
Herman Hoolerith telah mempopularkan penggunaan “card” sebagai alat input data yang telah banyak digunakan penduduk Amerika pada tahun 1887.
Howard Aiken memperkenalkan penggunaan mesin elektromekanika yang disebut “Mark 1″ pada tahun 1937;elektronik dan mekanikal. Mesin ini dapat menyelesaikan masalah fungsi-fungsi trigonometri di samping perhitungan-perhitungan yang telah dilakukan mesin-mesin sebelum ini.

B. Komputer Generasi Pertama 1940 – 1959

ENIAC (Electronic Numerical Integrator and Calculator)
Komputer ENIAC ini diciptakan oleh Dr John Mauchly dan Presper Eckert pada tahun 1946

EDVAC (Electronic Discrete Variable Automatic Computer)
Penggunaan tiub tiub vakum juga telah dikurangi di dalam EDVAC, di mana proses perhitungan telah menjadi lebih cepat dibandingkan ENIAC

EDSAC (Electronic Delay Storage Automatic Calculator)
EDSAC telah memperkenalkan penggunaan raksa (merkuri) dalam tube untuk menyimpan memori.

UNIVAC I  (Universal Automatic Calculator)
Pada tahun 1951 Dr Mauchly dan Eckert menciptakan UNIVAC I , komputer pertama yang digunakan untuk memproses data perniagaan.

C. Komputer Generasi Ke Dua  ( 1959-1964 )

Komputer-komputer generasi kedua telah menggunakan transistor dan diode untuk menggantikan saluran-saluran vakum dan menjadikan ukuran komputer lebih kecil dan murah. Cara baru menyimpan memori juga diperkenalkan melalui teknologi magnetik. Keupayaan pemprosesan dan ukuran memori utama komputer juga bertambah dan manjadikan ia lebih efisien.
Kemunculan FORTRAN dan COBOL menandakan permulaan bahasa tingkat tinggi untuk menggantikan bahasa pengantar dalam mesin yang lebih sukar.
Minikomputer juga telah diperkenalkan yaitu yang kedua terbesar di dalam  generasi komputer. Versinya yang pertama ialah DEC PDP 8 yang diciptakan pada tahun 1964 yang berguna untuk memproses  data-data.

D. Komputer Generasi Ke Tiga (1964-awal 80-an)

Chip mulai menggantikan transistor sebagai bahan logis komputer dengan terhasilnya litar terkamir atau lebih dikenal dengan sebutan chip.
Jenis komputer terkecil mikrokomputer telah muncul dan paling cepat menjadi popular  seperti Apple II, IBM PC dan Sinclair.
Banyak bahasa pemrograman telah muncul seperti BASIC, Pascal dan PL/1. Kebanyakan mikrokomputer didasari dengan tafsiran bahasa secara mendalam, chip ROM untuk  menggunakan bahasa BASIC.

E. Komputer Generasi Ke Empat (awal 80-an-??)

Chip masih digunakan untuk memproses dan menyimpan memori. Ia lebih canggih, dilengkapi hingga ratusan ribu komponen transistor yang disebut pengamiran skala amat besar (very large scale intergartion, VLSI). Pemprosesan dapat dilakukan dengan lebih tepat,sampai jutaan bit per detik. Memori utama komputer menjadi lebih besar sehingga menyebabkan memori sekunder kurang penting. Teknologi chip yang maju ini telah mewujudkan satu lagi kelas komputer yang disebut Supercomputer.

F. Komputer Generasi Ke Linma  (masa depan)

Generasi kelima dalam sejarah evolusi komputer merupakan komputer impian masa depan. Ia diperkirakan mempunyai lebih banyak unit pemprosesan yang berfungsi bersamaan untuk menyelesaikan lebih daripada satu tugas dalam satu masa.
Komputer ini juga mempunyai ingatan yang amat besar sehingga memungkinkan penyelesaian  lebih dari satu tugas dalam waktu bersamaan. Unit pemprosesan pusat juga dapat berfungsi sebagai otak manusia. Komputer ini juga mempunyai kepandaian tersendiri, merespon keadaan sekeliling melalui penglihatan yang bijak dalam mengambil sesuatu keputusan bebas dari pemikiran manusia yang disebut sebagai artificial intelligence.

sumber :

http://www.geocities.com/bisnisplus69/artikelf02